Wednesday, May 4, 2016

Naik Prameks ke Solo



03 Maret 2016 

Saya pergi ke Solo buat ketemu seorang teman. Awalnya saya tidak yakin akan ke Solo sendirian meskipun saya sudah biasa kemana-mana sendiri. Seminggu sebelumnya saya pernah bilang kalau saya ada rencana maik ke Solo Cuma belum dapat waktu yang tepat. Kemudian teman saya bilang buat kesana saja nanti kalau dia libur kerja. 

Iya sudah saya iyaian aja deh, nanti ya minggu depan. 

Kemudian dia cerita kalau dia punya pacar, saya berpikir ulang seharusnya saya tidak perlu ke Solo. Entah!! Saya suka rishi kalau ketemu cowok yang sudah punya pacar dan saya tidak kenal pacarnya. Keyakinan saya diawal goyah seketika waktu tahu dia sudah punya pacar. Ini bukan berarti saya ada perasaan sama dial oh, mungkin lebih ke sungkan saja.

Dia cerita kalau seperti dia sedang dicampakkan pacarnya saya tidak tega lihatnya. Asal kalian tahu dia adalah lelaki yang sangat ingin menjalin hubungan tetapi selalu kandas di tengah jaal. Entah dicampakkan, bertepuk sebelah tangan ataupun ditinggalkan begitu saja. saya memang gatau gimana perasaannya, meskipun dia cerewetnya minta ampun dan lelaki rapuh dia selalu berusaha baik-baik saja. 

Mungkin ini jahat, tetapi saya berjanji lagi akan ke Solo kalau pacarnya tidak menghubunginya selama seminggu ke depan. Saya tidak tahu motivasi saya apa waktu itu cuma keinginan saya waktu itu hanya ingin pergi main sama teman tanpa embel-embel ada pacar. 

Sekali lagi saya Cuma rishi kalau jalan sama cowok yang sudah punya pacar. Ya bukan berarti saya tidak pernah jalan sama cowok yang punya pacar Cuma jadinya tidak nyaman saja di saya. 

Saya pikir dia lupa!! 
 
Malamnya saya iseng saja inisiatif tanya ke dia apakah pacarnya sudah menghubunginya. Pertama memastikannya saja kalau dia dihubungi saya senang mereka sudah baikan, kedua saya jadi tidak ke Solo besoknya. Saya tanya dia malah curhat ya sudaah mungkin dia lupa. 

Akhirnya saya memberanikan diri bertanya kalau tanggal merah minggu ini dia ada libur tidak dan ternyata tidak. Saya bilang berarti hari ini saja saya ke Solo sedangkan dia bilang lagi pulang kampung. MasyaAllah!!!!

Tuesday, April 26, 2016

Kapan mau Move On??



Saya punya teman cewek dia pengen banget nikah, ahasil karena dia jomblo akhirnya sama orang tuanya dijodohkan. Terhitung cepet banget kenalan lalu langsung merencanakan pernikahan. Wah apa minta dijodohin saja yaaa. 

Setelah ketemu cowoknya gamau hubungi teman saya katanya “kami belum mukrim”. Teman saya kembali galau dan bertanya-tanya “kenapa dia mau sama aku yaa?”. Saya tidak bisa ngasih alesan dong kan saya bukan cowok itu. Tau ga kenapa dia sampai jomblo lebih dari 4 tahun dan rela dijodohin. Menurut saya dia belum bisa move on dari mantannya tetapi dia juga berusaha untuk tetap lanjut hidup demi kebahagian semua orang. Maaf saya tidak bisa kasih alesan secara detail, soalnya cukup riskan diceritakan. 

Ngomongin belum move on, masih adakah yang belum move on dari mantannya??

Kemarin sempat ada hastag #DearMantan, saya ga ngerti ini yang dimaksud mantan. Mantan apa?? Mantan pembantu, mantan ketua kelas, mantan presiden  mantan calon gebetan atau mantan mantan pacar. Seakan-akan mereka sedang mengenang luka masa lalu sedangkan mereka juga bagian dari “dear mantan”
Tapi mungkinsaya yang sensitive soalnya enggak punya mantan.  Masak saya mesti twit “Dear calon mantan kamu kemana saja kok enggak muncul-muncul”

Saya pernah punya mantan. Mantan yang terlupakan oleh seiring berjalannya waktu. Saya kenal dia lewat aplikasi nimbuzz, kenalan dan jadian. Bulan ke 6 kami pacaran ada muncullah ego masing-masing yang berakibat kesalahpahaman. Akhirnya dia minta putus saya engga mau!!! Saya minta maaf kalau salah tapi jangan putus dulu begitu kataku. Biasa namanya juga masih SMK dulu dan itu pertama kalinya saya pacaran.  Singkatnya ke 7 bulan kami pacaran yang Cuma lewat chatting, akhirnya kami bertemu. Kebetulan saya ada urusan di jogja dan dia minta buat ketemuan, saya sanggupi. 

Kami jalan!!! Serius kami jalan kaki mungkin ada 5km lebiih!!! Tentu saja saya kelelahan. Kemudian dia bilang “katanya jalan pun rela asal sama aku”. Saya lupa pernah bilang begitu, besok lagi saya akan ubah kalimatnya “boleh jalan berdua, tapi kamu juga harus pengertian saya wanita rapuh”

Tapi ya pulang ke rumah masing-masing juga. Saya inget setelah saya duduk di bis untuk pulang dia sms bilang “terima kasih, jangan lupa makan ya” yang membuat saya tersenyum kecut karena saya mabuk darat. Saya kalau sudah naik bis dan mabuk darat, mau ditemenin doi juga rasanya udah kayak dipenjara ga bisa ngapa-ngapain lagi. 

Saturday, April 23, 2016

Selamat Hari Buku SEDUNIA



April sudah memasuki akhir bulan dan skripsi saya belum juga di acc. Mungkin dosen saya terlanjur betah kalau ngobrol sama saya. Setiap ketemu senyum-senyum melulu sambil berkata  “gapapa, lama gapapa yang penting sebelum puasa harus sudah selesai”. Tidak sampai situ saja setiap mau pamitan pulang beliau selalu berpesan “jangan lupa, minggu depan bimbingan lagi”.
Belum ditambah teman saya setiap ngechat “gimana? sudah di acc” atau “aku kemaren sudah di acc bab 3”. Kemudian handphone saya matiin selama seminggu hasilnya ialah teman pada tanya “kamu gapapa kan? Jangan terlalu dipikirin skripsinya. Sudah santai aja!!
Mungkin teman saya ini lupa padahal seminggu yang lalu dia yang dorong-dorong saya buat cepet-cepet menyelesaikan skripsi saya. Akhirnya saya diemin saja, masa bodohlah dia mau ngomong apa hehhahhaha.
Ngomongi skripsi nih yaaa
Hari ini kan lagi hari buku sedunia tertanggal 23 April 2016
Yee selamat hari buku sedunia yaaaa
Sejujurnya saya bukan penikmat buku saya hanyalah pembaca yang kebetulan tertarik sama buku. Tumpukan buku saya jugalah tidak banyak, Cuma ada beberapa. Cukuplah buat pamer kalau saya ini ga sebodoh yang mereka kira.
Saya sudah lama suka buku mungkin sejak SD suka bikin puisi dengan ilustrasi ala kadarnya dan itupun nyontek dari buku pelajaran. Saya pernah dapat rekomendasi buku dari teman waktu SMP tetapi waktu saya cari tidak ada di daerah saya. Dimana yang kebetulan daerah saya itu jauh dari toko buku, kalau mau beli buku lengkap harus ke kota dan butuh waktu 45menitan. Waktu itu tidak ada kendaraan umum harus memakai motor sedangkan keluarga saya dulu tidaklah seberuntung anak-anak pecinta buku sekarang.
Sekarang kalau baca buku sudah gampang bisa baca online, pesan online yang semuanya serba online yang intinya sudah gampang untuk memiliki buku. Sempat juga terkendala dana, saya harus menyisihkan uang saku berbulan-bulan hanya untuk membeli satu buku yang waktu itu buku Khalil Gibran buku pertama yang saya beli.
Terus terang saya gatau siapa Khalil Gibran yang saya tahu hanyalah beberapa bait puisinya  pernah muncul di soal ujian sekolah. Saya terkesan dan daripada ga beli apa-apa ya sudah saya beli buku Khalil Gibran.
Saya baca berhari-hari dan tetap saja saya ga paham maksud dari kalimat Khalil Gibran ini apa. Kata ibunya ini novel jadi bagus untuk bacaan tetapi kok saya masih aja ga paham. Akhirnya saya menyerah engga nerusin lagi baca. Kemudian lagi rame-ramenya tentang Laskar Pelangi, saya cari-cari di daerah saya engga ada. Akhirnya saya pesan kakak di Jakarta buat beliin dan alhamudillah dibeliin setelah berbagai upaya bujuk rayu yang saya lakukan padanya.

Monday, March 21, 2016

Sinopsis Mood of the Day 2016

Mood of the Day

Cast : Bae Soo Jung (Moon Chae Won)
        Kim Jae Hyun (Yoo Yeon Seok)



Halooo apa kabar semuaaa
Semoga kalian baik, sehat dan selalu bahagia!!
Kali ini saya  mau ceritain tentang film yang baru aku tonton kemarin.
Film yang saya tonton ialah Mood of The Day yang main Moon Chae Won sama Yoo Yeon Seok. Filmnya tayang pada tanggal 14 Januari 2016 (pas ultahnya KAI yaa) heehheheh.
Singkatnya ialah film ini menceritakan cewek dan cowok yang tidak sengaja bertemu di kereta api KTX menuju Busan. Bae Soo Jung (Moon Chae Won) akan pergi ke Busan untuk melakukan presentasi mengenai produk barunya sedangkan Kim Jae-Hyun (Yoo Yeon-Seok) pergi ke Busan untuk bertemu dengan Kang Jin-Chul (Park Min-Woo). 




Sebenarnya mereka punya objek yang sama yaitu Kang Jin-Chul untuk urusan bisnis mereka. Bae Soo Jung berurusan dengan Kang Jin-Chul karena dia berharap Pebasket yang sedang terkenal tersebut untuk menyetujui iklan di perusahaannya sedangkan Kim Jae-Hyun ingin membawa Kang Jin Chul pergi ke NBA.
Adegan pertama ialah Kang Jae Hyun yang sedang berolahraga didatangi seorang cewek. Jae Hyun mengajak cewek tersebut untuk makan malam, teryata ceweknya sudah punya pacar :v. Dengan percaya dirinya JaeHyun bilang “Baiklah, kalau sudah putus kabari aku”. 

                                     



Kemudian Assistant Manager Hong sepertinya sedang menelpon Senior Kang untuk urusan Kang Jin Chul.
Bae Soo Jung yang akan pergi ke kantor tiba-tiba ada yang melemparkan bola basket ke kepalanya sehingga kopi yang ia bawa menumpahi pakaiannya. Sampainya di kantor Soo Jung pusing karena JinChul dan agensinya belum bisa dikonfirmasi mengenai iklan yang ditawarkan. Soo Jung menyuruh Asisten Manager Hong untuk membelikan baju dan sepatu baru karena dia kan melakukan presentasi di Busan. Tetapi pakaian dan sepatu yang dibelikan tidak sesuai dengan stylenya xd. 




Adegan berubah ke Jae Hyun yang sedang berada di kantor yang sedang berusaha untuk mencari keberadaan JinChul. Jae Hyun dan Senior Kang pergi ke Stasiun untuk melakukan perjalanan ke Busan tidak sengaja Jae Hyun bertemu dengan Soo Jung, namun Soo Jung tidak menyadarinya. 






Jae Hyun membeli tiket kereta dan Senior Kang berbicara tentang keberuntungan Jae Hyun. Sementara mereka membicarakan tentang cewek yang habis ditiduri Jae Hyun petugasnya jadi BETE gitu hahahahha. Tetapi Senior Kang tetap saja berbicara, Jae Hyun yang tahu situasinya kemudian pergi dan berkata “Terima Kasih, Sol Ji-ssi” kepada petugasny yang membuatnya jadi tersipu malu. Senior Kang ikutan bilang “Terima Kasih, Sol Ji-ssi” tetapi diacuhkan sama petugasnya hahahhaha. Akhirnya mereka masuk ke kereta dan duduk di gerbong dan tempat duduk yang berbeda.

Saturday, February 20, 2016

GRHATAMA PUSTAKA YOGYAKARTA



Hari ini saya dan teman saya berencana pergi ke Perpustakaan GRHATAMA PUSTAKA yang digadang-gadang sebagai perpustakaan terbesar se-Asia. GRHATAMA PUSTAKA diresmikan pada tanggal 21 Desember 2015 namun resmi pembukaan pelayanana pada tanggal 4 Januari 2016.
Sebenarnya banyak sekali layanan yang diberikan mulai dari buku baru atau lama, jurnal skripsi, koleksi buku langka, majalah, Koran, ruang seminar, bioskop 6D, audio visual dll. Namun karena masih terbilang baru fasilitas yang diberikan belum bisa dibilang memuaskan dan belum bisa dibilang perpustakaan terbesar Se-Asia.

Thursday, February 18, 2016

Sajak Pertama



Jangan …..
Kamu tidak perlu membayangkanku
Bahkan menjadikannya rindu
Aku hanya sekedar bayangan semun
Yang akan terhapus oleh waktu

Ada satu folder tentangmu
Tidak kuberi nama khusus
Hanya terdiri dari beberapa fotomu
Dan beberapa kotak cerita dirimu

Kamu tidak perlu besar kepala
Aku biasa melakukannya
Selalu kuabadikan kenangan dalam tulisan
Kamu tidak perlu berat hati
Kalau ada namamu di halaman ceritaku
Kammu juga tidak perlu ragu untuk maju
Karna aku cukup gampang dilupakan

Topeng Kehidupan



Pernah saya berpikir mungkin saya menjadi  banyak penyebab masalah untuk beberapa orang. Tetapi kemudian saya berpikir mungkin dengan menyebabkan masalah saya merasa ada atau memang masalahlah yang menjadikan kita hidup.
Saya terkadang bertanya-tanya kenapa harus bergantung pada satu sama lain ketika kita bisa melakukannya sendiri.
Mungkin iya karena kita sudah diberi teori bahwa kita makhluk sosial
Saya tidak mempermasalahkan tentang orang lain untuk saling membantu hanya terkadang saya bertanya-tanya kenapa harus diumbar. Saya bukan orang gila pujian bahkan gila hormat. Saya lebih suka bergerilya tidak masalah untuk siapa dan mengapa selagi bermanfaat itu sudah lebih dari cukup.
Saya mungkin seperti orang munafik dan tidak butuh orang lain. Mungkin memang begitu adanya, saya lebih suka melakukan segalanya sendiri karena saya tidak bisa mempercayai orang lain. Saya pun terkadang bingung kenapa harus berpura-pura menjadi baik di depan orang lain dengan penuh omong kosong. Yang menurut saya terkadang itu seperti tong sampah kosong.
Saya selalu bertanya-tanya apa memang harus begitu untuk bertahan hidup di lingkungan masyarakat sekarang. Apa memang harus dengan menjadi orang lain untuk mendapatkan perhatian orang??
Setelah saya pikir-pikir dengan melihat penuh perbedaan orang di luar, terkadang kita memang harus melakukan hal “pura-pura” untuk menyenangkan orang lain. Bukan hanya untuk menjadikan semua hal menjadi lebih baik tapi terkadang memang untuk keselamatan kita semua.