Pernah
saya berpikir mungkin saya menjadi
banyak penyebab masalah untuk beberapa orang. Tetapi kemudian saya
berpikir mungkin dengan menyebabkan masalah saya merasa ada atau memang
masalahlah yang menjadikan kita hidup.
Saya
terkadang bertanya-tanya kenapa harus bergantung pada satu sama lain ketika
kita bisa melakukannya sendiri.
Mungkin
iya karena kita sudah diberi teori bahwa kita makhluk sosial
Saya
tidak mempermasalahkan tentang orang lain untuk saling membantu hanya terkadang
saya bertanya-tanya kenapa harus diumbar. Saya bukan orang gila pujian bahkan
gila hormat. Saya lebih suka bergerilya tidak masalah untuk siapa dan mengapa
selagi bermanfaat itu sudah lebih dari cukup.
Saya
mungkin seperti orang munafik dan tidak butuh orang lain. Mungkin memang begitu
adanya, saya lebih suka melakukan segalanya sendiri karena saya tidak bisa
mempercayai orang lain. Saya pun terkadang bingung kenapa harus berpura-pura
menjadi baik di depan orang lain dengan penuh omong kosong. Yang menurut saya
terkadang itu seperti tong sampah kosong.
Saya
selalu bertanya-tanya apa memang harus begitu untuk bertahan hidup di
lingkungan masyarakat sekarang. Apa memang harus dengan menjadi orang lain
untuk mendapatkan perhatian orang??
Setelah
saya pikir-pikir dengan melihat penuh perbedaan orang di luar, terkadang kita
memang harus melakukan hal “pura-pura” untuk menyenangkan orang lain. Bukan
hanya untuk menjadikan semua hal menjadi lebih baik tapi terkadang memang untuk
keselamatan kita semua.
Saya
pernah punya pikiran “ketika saya menjadi orang lain dan orang lain menerima
kenyataan itu berarti saya yang salah, sedangkan ketika saya menjadi diri saya dan
orang lain tidak bisa menerima berarti mereka yang salah”
Saya
pernah meyakini itu hingga sekarang, tetapi ternyata hanya 50% teori itu benar
karena sebagian kita memang harus menjadi orang lain untuk bisa bertahan hidup.
Terkadang kita harus menelan apapun hanya untuk bertahan hidup.
Hal
yang tidak pernah saya bisa terima adalah ketika setiap orang harus saling
menuntut satu sama lain. Terkadang saya bingung kenapa harus saling menuntut
ketika kita bisa saling berbagi satu sama lain.
No comments:
Post a Comment